Rekomendasi Dokter Gigi Anak di Jogja

Sebelum membahas lebih lanjut tentang siapa saja dokter gigi anak di Jogja yang bakalan aku rekomendasikan, aku pengen cerita dulu nih pengalamanku mengajak Fatih ke dokter gigi pertama kalinya, dan beberapa hal informatif lainnya.

Sebaiknya mengajak anak ke dokter gigi di usia berapa?

Menurut laman alodokter.com, kita bisa mulai melakukan perawatan gigi anak dengan mengajaknya ke dokter gigi ketika anak menginjak usia 6 bulan sampai 1 tahun, atau saat gigi pertama anak tumbuh. Tapi aku memilih untuk nggak buru-buru membawa Fatih ke dokter gigi di usia dini karena aku merasa sudah cukup rajin buat ngajak dia sikat gigi dan so far gigi dia baik-baik saja (tidak ada bercak putih, tanda gigi berlubang, maupun plak/karang gigi yang susah dibersihkan)

Sampai akhirnya di usia dia yang mau menginjak 3 tahun, muncul bercak-bercak putih di gigi bagian depan (sejujurnya ini karena keteledoran aku yang mulai malas ngajak dia sikat gigi di malam hari, dengan alibi pada saat itu lagi hamil anak kedua). Ditambah, ada insiden Fatih yang jatuh dari sepeda dan bikin gigi bagian depan patah dan tompel sedikit. Nah dari situ sebenernya udah mau bawa Fatih ke dokter gigi. Tapi sayangnya niat tersebut terhalang pandemi (pada saat itu ada peraturan yang mengharuskan siapapun yang berencana melakukan perawatan gigi diwajibkan swab). Dan nggak tanggung-tanggung ya, kami harus menunda rencana ke dokter gigi hampir 2 tahun.

Bercak putih tanda gigi berlubang

Sebetulnya disela-sela waktu menunda ke dokter gigi ini, aku dapat referensi bahwa ada krim pelindung gigi yang katanya dapat mencegah dan menguatkan gigi dari gigi berlubang dan karies, krim pelindung gigi tersebut adalah GC Tooth Mousse. Sejujurnya cukup ada perubahan lho di gigi Fatih yang awalnya ada bercak putih di giginya dan lama-lama mulai memudar. Tapi karena lagi-lagi aku kurang telaten dan cara pemakaiannya yang cukup ribet (harus dioleskan di seluruh permukaan gigi setelah sikat gigi dan dibiarkan selama beberapa menit), alhasil bercak putih itu lama-lama jadi lubang huhu sedih banget.

GC Tooth Mousses bisa beli disini – Shopee GC Tooth Mousses

Pengalaman ke dokter gigi untuk pertama kali

Alhamdulillah awal 2022 pandemi sudah mulai membaik dan pemerintah juga mulai melonggarkan peraturan untuk protokol kesehatan. Tanpa babibu aku langsung ngajak Fatih ke dokter gigi. Sayangnya dokter gigi yang pertama kami kunjungi ini kurang ramah sampai bikin Fatih tegang dan kurang nyaman. Dan demi bikin Fatih nggak trauma ke dokter gigi, aku nggak selesaikan proses pemeriksaannya.

Rekomendasi Dokter Gigi Anak di Jogja

  • drg. Dimas Anggayuno D.P. – RS UII

Selang beberapa bulan, aku berikhtiar ngajak Fatih ke dokter gigi lagi. Kali ini kita coba ke RS UII Bantul, karena merasa urgent dengan kondisi gigi Fatih yang lubangnya udah cukup besar, Sore itu juga aku nggak mikir lama buat pilih dokter gigi seadanya tanpa research dulu. Akhirnya kami melakukan appointment dengan drg. Dimas Anggayuno D.P. Nah beliau ini dokter gigi umum ya guys. Kenapa nggak ke dokter gigi spesialis anak? Karena kita tinggal di kota kecil, dan harus ke Jogja dulu baru ada deh dokter gigi spesialis anak (PS: jangan skip karena nanti kita bakalan ke dokter gigi spesialis anak juga).

Oke kembali ke laptop! Nah gara-gara pengalaman yang kurang menyenangkan dengan dokter gigi sebelumnya, Fatih jadi uring-uringan dan ketakutan pas tiba di ruang praktek dokternya (padahal dari rumah udah janji nggak bakalan nangis), eh nangis juga. Tapi drg. Dimas ini keren banget, beliau nggak maksa dan santai banget ngajak Fatih main-main sama peralatan yang ada di ruangan. Sampai Fatih luluh dan akhirnya mau diambil tindakan.

Dokter gigi anak Jogja
dok. pribadi – dikasih cermin sama drg. Dimas buat liat proses tambal giginya 😀

Sayangnya pas proses penambalan gigi baru setengah jalan, Fatih mulai cranky lagi. Karena udah cukup lama dan mungkin kasihan pasien lain yang udah nunggu di luar, dokter menyarankan untuk berhenti dan melanjutkan proses penambalan dan scaling giginya minggu depan lagi. Sebenernya dokter juga khawatir kalau prosesnya tetap dilanjutkan bakalan bikin Fatih makin trauma. Ya sudah akhirnya kita nurut saran dokter saja.

So far, aku suka dengan cara pendekatan Drg. Dimas yang fun, ramah, dan santai. Kalau kalian tinggal di sekitar Bantul atau Wates, aku sangat rekomendasiin drg. Dimas sih!

  • drg. Liza Siskasari, Sp.KGA – RS JIH

Seminggu setelah pertemuan terakhir dengan drg. Dimas, sebenernya aku udah mau ngajak Fatih buat kontrol lagi. Tapi, dia masih trauma dan nggak mau diajak ke dokter gigi. Walaupun pengalaman dengan drg. Dimas cukup menyenangkan, tapi kayaknya ketakutan dia dari pengalaman pertama ke dokter gigi yang kurang menyenangkan masih sangat membekas. Jadi aku tidak terlalu memaksakan kehendak. Ini juga yang aku pengen highlight ke mommy semua, please research dulu dokter gigi yang mau kalian kunjungi ya! pastikan mereka kids friendly beneran, biar anak punya kesan yang menyenangkan dengan dokter gigi dan nggak trauma.

Berbagai cara aku lakuin biar dia mau dengan senang hati ke dokter gigi lagi. Dan kebetulan aku ada jadwal kontrol ke dokter gigi di JIH pasca operasi cabut gigi bungsu (kalian bisa baca ceritanya di link berikut ini), sekalian aja aku ajak dia ke dokter gigi di JIH dengan iming-iming naik kereta dari Wates ke Jogja. Dan yap usahaku berhasil dan dia mau! Yeay!

Naik kereta bandara rute Wates – Tugu

Biar nggak kepanjangan langsung ke intinya aja ya! drg. Liza ini adalah dokter gigi spesialis anak yang berpraktik di RS JIH. First impression, jujur agak deg-degan karena kelihatannya serius banget, eh nggak taunya cara pendekatan beliau sama Fatih bagus banget. drg. Liza ini suarannya calming banget, dan tindakannya juga hati-hati nggak grusa-grusu. Kenapa aku highlight suaranya yang nenangin ini, karena menurut aku dengan suara yang nenangin ini Fatih jadi merasa aman dan dia ngikutin instruksi dokter dengan baik. Mulai dari suruh nahan lidahnya, suruh buka mulut, sampai suruh memperbaiki posisi kepala, dan posisi berbaring, Fatih ngikutin dengan nurut. drg. Liza juga sering-sering nanya ke Fatih sakit atau nggak, nyaman atau nggak.

Dokter gigi anak Jogja
dokumen pribadi

Proses dari tambal gigi dan scaling berjalan sangat smooth dan tergolong cepat. Hasilnya juga rapi banget, tambalan gigi Fatih nyatu gitu sama gigi aslinya, nggak medok banget. Aku sama suami amazed banget sih! Oh iya aku lupa ngasih tau kalau hasil tambalan dari drg. Dimas yang sebelumnya itu lepas sendiri setelah 2 minggu, mungkin karena proses tambalannya baru setengah jadi kurang sempurna atau gimana aku juga nggak paham, makannya sama drg. Liza ini mulai dari awal lagi.

Hadiah stiker dari drg. Liza!

Tone foto berbeda – atas raw, bawah menggunakan filter

Jadi itu dia rekomendasi dokter gigi dari aku. Kalau ada yang penasaran apa Umar (anak keduaku) udah pernah dibawa ke dokter gigi, jawabannya adalah belum pernah. Alasannya karena giginya masih dalam kondisi yang bagus dan aku merasa belum perlu. Untuk GC Tooth Mousses, apakah itu bagus? Menurut aku bagus dan lumayan ada perubahan di gigi Faih. Tapi perlu diingat, case gigi Fatih waktu itu hanya ada bercak putih. Untuk yang udah muncul plak dan gigis, aku kurang tahu apakah GC Tooth Mousses masih bisa membantu di kondisi gigi seperti itu.

Update! Tambalan gigi Fatih dengan drg. Liza bertahan selama +- 6 bulan. Setelah melalukan riset kecil-kecilan ternyata itu hal yang wajar, bahkan ada yang tambalannya hanya bertahan 2-3 bulan. Jadi aku pribadi emang sering-sering ngecek gigi anak-anak dan jika diperlukan aku balik lagi ke drg. Liza. Terakhir aku nyoba dokter gigi anak yang lain (jangan ditiru ini emang emaknya bandel banget, karena jujur ya Wates-Jogja itu jauh ya huhu), dan tambalan gigi Fatih cuma bertahan 2 bulan. Jadi, walaupun jauh aku bakalan balik ke drg. Liza lagi.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top